SELAMAT DATANG DI BLOG KARYA TUNAS PANDU SILIWANGI !!! SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA !!!!
Tampilkan postingan dengan label Life Scils. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Scils. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Pupuk Organik

Pembuatan bakteri F0:Hasil air fermentasi awal.
Bahan yang di butuhkan:
1.Botol Aqua /Tong.
2.Telasut ampela hewan (Ayam,Kambing,Sapi,dll).
3.Kecap (3-5 saset).
Keterangan: Telasut Ampela sebagai Bakteri Pengurai (3- 5 buah Telasut).
Kecap sebagai makanan dari Bakteri (3-5 saset).
Semakin banyak telasut maka akan lebih cepat penguraiannya.


Cara pembuatan:
Untuk Ukuran Kecil:
        Masukan Telasut 3-5 buah ke dalam aqua botol yang sudah di isi air kira-kira 1-1,5 liter,kemudian masukkan kecap 3-5 Saset,setelah itu aduk da biarkan/diamkan kurang lebih 3 hari-1 minggu dengan keadaan terbuka sampai barbau seperti tape ketan hitam & siap di aplikasikan/diperbanyak menjadi F1.

Pembuatan F1:Hasil Pengembangan F0.
Bahan yang di butuhkan:
1.Timba Besar
2.F0
3.Terasi (1/4 - 1/2)
4.Katul.
5.Kecap.
Keterangan: Terasi Sebagai tambahan bakteri.
Katul sebagai makanan bakteri
Tambahan makanan.

Proses pembuatan pupuk organik
Pada kotoran hewan.
          Ambil kotoran hewan sebanyak 3-5 kw / sesuai keiginan,taruh dan ratakan di sebuah tempat sampah dengan tebal 20 cm,siram dengan F1 secukupnya kemudian tutup dengan terpal,jangan sampai kelihatan. (Kurang lebih 2 minggu sudah jadi).

Pada sampah daun.
          Ambil sampah daun secukupnya / sesuai keinginan,kemudian siram dengan F1,tutup dengan terpal,lakukan penyaduran 2 hari sekali sampai berubah menjadi serbuk/debu & langsung bisa digunakan.

Cara penggunaan:
Untuk Ukuran Kecil:
         Ambil F0 sebanyak 1-1,5 liter,campur dengan air sebanyak 5-10 liter,masukkan terasi sebanyak ¼ -1/2 kg,kemudian tambahkan katul 2-5 kg,aduk pelan-pelan sampai rata & tambahkan kecap 1-2 botol kecil.Diamkan selama 3-5 hari,sampai berbau seperti tape ketan hitam dan siap di aplikasikan kedalam kotoran hewan atau sampah daun.

Tempe Dan Kripik Tempe

I.      Bahan dan alat dalam pembuatan tempe

Dalam  pembuatan tempe ini kami masih melakukan percobaan yang pertama,dengan bahan-bahan sebagai berikut:

*   5 kg kedelai
*  1 bungkus ragi tempe
*  Daun jati
*  2 ikat kayu bakar
*  Air bersih

Alat –alat yang kami gunakan dalam pembuatan tempe yaitu:

*  1 buah bak ukuran besar
*  1 buah dandang ukuran besar
*  1 buah ebor besar
*  1 buah gayung
*  2 buah entong
*  1 buah  karung beras ukuran sedang
*  1 buah tong besar
*  2 buah tempeh
*  2 buah pisau
*  1 buah sabit
*  1 buah sendok
*  1 ikat  tali ravia

Alat dan bahan pembuatan kripik tempe
Dalam pembuatan kripik tempe ini kami membutuhkan beberapa bahan yaitu:
*  Tempe hasil pembuatan
*  ¼ tepung beras
*  Garam secukupnya
*  Gula secukupnya
*  Bawang putih 1 bongkol
*  1 sdm ketumbar
*  8 biji kemiri
*  2 lembar daun jeruk purut
*  1 cm kunir
*  3 sendok tepung kanji
*  ¼ cabe merah
*  Air secukupnya
* 2 kg minyak goreng

Alat –alat yang kami gunakan dalam pembuatan kripik tempe:
1.      6 buah pisau
2.      2 buah telenan
3.      1 buah kompor elpiji
4.      1 buah penggorengan ukuran sedang
5.      1 buah sutil
6.      1 buah serok
7.      7 buah baskom ukuran sedang
8.      2 buah tempeh
9.      2 buah sendok
10.  1 buah tabung elpiji hijau
11.  2 buah ereg
12.  1 pasang cobek dan ulek-ulek

Proses pembuatan tempe yang kami produksi adalah sebagai berikut:

  • Kedelai direndam selama satu malam.
  • Setelah direndam satu malam, kedelai tersebut direbus selama 1,5 jam.
  • Setelah direbus, kedelai ditiriskan, kemudian di masukkan ke dalam karung dan diikak rapat lalu diinjak – injak sampai kulitnya terkelupas.
  • Setelah kulit terkelupas, kedelai dicuci (digembang) sampai benar – benar bersih dari kulitnya.
  • Setelah selesai dicuci, kedelai direndam lagi setelah satu malam.
  • Kemudian kedelai direbus lagi selama 1 jam.
  • Setelah 1 jam, kedelai ditiriskan.
  • 5 kg kedelai tersebut dicampur dengan 3 sendok makan ragi tempe.
·         Siapkan daun jati yang sudah dibersihkan, dan dalam keadaan agak layu.
  • Kemudian tempe dibungkus dengan daun jati, dengan takaran yang telah ditentukan.
  • Setelah itu bungkusan tempe tersebut diikat dengan tali rafia.
  • Tempe yang telah dibungkus tersebut didiamkan selama satu malam kedelai yang sudah dicampur ragi sebaiknya diletakkan di tempat yang kering agar bakteri dan ragi berkembang dengan baik.

Setelah tempe tersebut jadi, kami melanjutkan untuk pembuatan kripik tempe yang prosesnya sebagai berikut:

  1. Tempe diiris tipis – tipis.
  2. Siapkan bahan- bahan yang akan di gunakan.
  3. Haluskan kemiri bawang putih,gula dan garam
  4. Cincang halus daun jeruk purut
  5. Halskan cabai merah
  6. Campur bumbu dengan ¼ kg tepung beras ,dan beri dua sdm tepung kanji.
  7. Adonan di pisah menjadi dua rasa,yaitu rasa pedas dan gurih
  8. Campurkan cabai halus ke dalam salah satu adonan
  9. Setelah adonan selesai ,panaskan minyak goreng
  10. Tunggu mainyak goreng hingga benar-benar panas
  11. Setelah minyak panas masukkan irisan tempe yang sudah di celupkan pada adonan.
  12. Gorenghingga berwarna kecoklatan
  13. Kemudian tiriskan
  14. Tunggu hingga dingin
  15. Setelah dingin kripik tempe siap untuk di kemas dan di beri label.

Hasil Percobaan
Dari kegiatan kami membuat kripik tempe yang lalu, hasilnya cukup baik sebagai pemula,namun dalam peragian tempe saat pembuatan tempe dan pengirisan tempe dalam pembuatan kripik tempe masih kurang baik. Jadi,dari hasil percobaan tersebut dapat kami buat sebagai pengajaran.
Kesimpulan
Dari hasil percobaan diatas disimpulkan bahwa kegiatan pembuatan Kripik Tempe pada uji yang pertama masih dikatakan belum berhasil dikarenakan beberapa hambatan-hambatan yang terjadi pada saat proses pembuatan produk ini, diantaranya : dalam hal perebusan, persiapan alat dan juga pada label.

Jamu Alami

I.      Bahan dan alat dalam pembuatan jamu instan
Dalam  pembuatan jamu instan ini kami masih melakukan percobaan yang pertama,dengan bahan-bahan sebagai berikut:
·        Kunyit
·        Jahe
·        Kencur
·        Temulawak
·        Kunyit putih
·        Gula pasir
·        Air


Alat –alat yang kami gunakan dalam pembuatan jamu instan yaitu :
·         Wajan
·         Parut
·         Sutil
·         Saringan
·         Kompor gas
·         Layah & Ulekan
·         Pisau
·         Ember
·         Plastik
·         Sendok

II. Proses pembuatan jamu instan yang kami produksi adalah sebagai berikut:
  • Menyiapkan bahan,gula,kompor,penggorengan,sutil dan alat-alat lainnya
  • Pertama cuci bahan sampai bersih
  • Setelah di cuci bahan di kupas,sebelumnya parutnya di beri daun pisang supaya alatnya tidak kotor baru kemudian bahannya di parut, dan di peras sarinya
  • Takaran air Sesuai dengan hasil perasan,jika perasan sudah tidak berwarna, maka tidak perlu di tambah air lagi.
  • Masukkan ke dalam wadah hingga mengendap
  • Ambil airnya dan buang endapan tersebut
  • Panaskan penggorengan diatas kompor gas
  • Masukkan air perasan ke dalam penggorengan yang sudah dipanaskan
  • Aduk terus sambil menuangkan gula sedikit demi sedikit dengan takaran1/4 sampai ½ kg gula pasir
  • Aduk terus hingga mengkristal
  • Setelah mengkristal angkat penggorengan sambil di aduk menjadi bubuk
  • Haluskan bubuk jamu dengan cara diulek hingga menjadi halus kemudian diayak
  • Setelah halus,bubuk jamu siap di kemas dan di beri label

III. HASIL PERCOBAAN
          Dari hasil pembuatan jamu yang telah kami laksanakan hasilnya baik, pasalnya setiap pembuatan jamu yang telah kami lakukan selalu berhasil dan berjalan dengan lancar.Dalam hal pendistribusian produk jamu ini juga sudah berjalan dengan lancar.
            Jamu yang telah kami buat banyak di minati baik dari anggota kami sendiri, maupun dari guru-guru dan juga kepala sekolah,jadi pembuatan jamu yang telah kami laksanakan ini sudah berjalan dengan sukses baik dari segi pembuatan produk jamu, pendistribusian maupun minat dari konsumen sudah baik.

IV.  KESIMPULAN
        Dari hasil pembuatan produk jamu yang telah kami laksanakan beberapa waktu lalu, sudah berjalan dengan lancar dan berhasil. Namun kami masih menemui beberapa hambatan-hambatan diantaranya dalam masalah pencarian bahan, pemberian bahan saat penggorengan perasan jamu, peralatan maupun dalam hal pembagian waktu.

Pestisida Organik

           Adalah racun yang digunakan untuk mengusir hama tanaman, tapi tidak mematikan hama tanaman yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

PESTISIDA PENGUSIR BELALANG

Bahan:-Daun sirsak 100 lembar.
-Sabun Colek 0,5-1 sendok teh.
-Air 3-5 liter.

Cara Pembuatan:

Tumbuk sampai halus dau sirsak,kemudian campur dengan air sebanyak 3-5 liter, campur dengan sabun colek sebanyak 0,5-1 sendok teh,biarkan selama 5 hari (sampai Berbau) & siap digunakan.

Cara Menggunakan:
Setiap 1 tangkai semprot berisi 1 liter dicampur dengan 5 liter air fermentasi daun sirsak hasil yang sudah diketahui bahwa setelah menggunakan fermentasi diatas belalang tidak mati tetapi tidak kembali pada tanaman tsb.

PESTISIDA & PEREKAT TANAMAN

Bahan:
-Daun Paitan: Butrowali, Sambiroto,dll.
-Gadung
-Sabun Colek.

Cara Pembuatan:Campur Butrowali (Daun / Batang) dengan gadung
(perbandingan 1:1) kemdian di hasilkan,campur
Dengan air dan sabun colek,biarkan selama 5-1 Minggu
Dan siap digunakan.

 
Design by Scouting | Bloggerized by Olimpus | The New Generation